Silakan kunjungi halaman Launchpad di bawah ini untuk melihat status dokumen ini. Silakan bergabung dalam tim blankon-steering bila ingin menyunting halaman ini. Jika tidak ingin bergabung di blankon-steering, Anda bisa letakkan komentar di bagian Wacana dan Diskusi di akhir dokumen ini.
* Papan Informasi di Launchpad: Konsep BlankOn
Ringkasan
BlankOn merupakan distro turunan Ubuntu. Dapat di install di atas system Ubuntu aslinya (dengan apt-get) atau dengan CD/DVD Repositorynya. Pada prinsipnya BlankOn hanya menyediakan paket-paket tambahan/pengurangan saja. Dan dengan fokus ke pengguna awam dan membuat distribusi BlankOn sebagai sebuat distro Linux yang "Just Work" untuk penggunanya. Target utama BlankOn adalah Sekolah-Sekolah dan Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia.
Latar Belakang
Lingkungan desktop
GNOME dipilih karena memiliki tingkat terjemahan tertinggi (90%) sehingga memudahkan untuk mencapai target sebagai distro berbahasa Indonesia penuh.
Bentuk distribusi
Untuk rilis pertama akan menggunakan media CD alternate untuk memudahkan pengembangan awal. Disediakan juga file ISO DVD untuk di unduh, namun tidak dalam rilis pertama.
Periode penerbitan
Periode penerbitan dapat mengikuti jadwal Ubuntu. Namun bila dirasa terlalu cepat dapat diperpanjang, namun saat Ubuntu terbit, proses pembangunan (mesin kompilasi dsb) juga harus diperbarui jika ingin mendaptkan paket-paket terbaru dari Ubuntu. Misalnya pada awal proyek dimulai kita menggunakan Gutsy sebagai basis, kemudian 6 bulan berikutnya Gutsy terbit, pada saat itu mesin pembangun harus diganti ke repositori rilis Ubuntu berikutnya (Gutsy+1) dan sehingga kita akan memiliki gugus paket yang sama dengan Gutsy+1 pada saat Gutsy+1 diterbitkan.
Studi Kasus
belum ada
Cakupan
Dokumen ini membahas lingkungan desktop yang digunakan, arsitektur, bentuk distribusi, dan periode penerbitan.
Rancangan
Silakan lihat masing-masing halaman cetak biru.
Implementasi
Lingkungan Desktop
GNOME adalah pilihan utama untuk lingkungan desktop. Telah disepakati untuk menggunakan GNOME untuk lingkungan desktop yang mungkin akan dikustomisasi.
Arsitektur
- i386 saja.
Format
Terdiri atas dua bentuk alternatif cd:
- CD
- DVD (dimungkinkan untuk rilis berikutnya)
Pada DVD, paket yang tersedia lebih beragam dari pada CD.
Jadwal Rilis
- Rilis pertama direncanakan untuk 2 minggu setelah Gutsy rilis. Kode rilis pertama adalah "Konde".
- Setiap 12 bulan (Jika memungkinkan, akan mengikuti rilis Ubuntu)
Catatan
Semua aktivitas pengembangan distro BlankOn akan dipusatkan di halaman wiki. Kunjungi http://wiki.ubuntu-id.org/KategoriBlankOn untuk daftar isi. Launchpad hanya digunakan sebagai titik awal, pengaturan daftar orang yang terlibat pengembangan distro BlankOn, pengaturan laporan bug, gudang data dan untuk bekerjasama dengan Tim Penerjemah.
Masalah
Agenda Wacana dan Diskusi
Apabila ingin menggunakan bahasa Indonesia sebagai default bahasa di BlankOn IMHO lebih baik menggunakan lingkungan desktop GNOME alasannya sederhana karena terjemahan aplikasi-aplikasi GNOME saat ini sudah mencapai di atas 90% (CMIIW). Ada yang tahu mengenai status terjemahan bahasa Indonesia untuk lingkungan desktop lain?
-- AndyApdhani 2007-05-17 16:59:21Saya setuju dengan bung Andy untuk menggunakan lingkungan desktop GNOME. Untuk Jadwal Rilis saya lebih prefer kepada yang 1 tahun sekali. Untuk rilis pertama ini saya setuju dengan Konsep Utama yang dikemukakan. Namun, saya harap untuk ke depan BlankOn dapat berdiri lebih mandiri. Saya pribadi terkadang masih menganggap kalau distro2 buatan Indonesia "kok cuma njiplak doang" alias hanya menambah paket yang sudah ada dari distro yang diturunkan. Harapan saya nantinya BlankOn bisa seperti contohnya Xandros, Ubuntu (itu sendiri), Mepis, dll. Mereka memang turunan Debian, tetapi kita tahu perbedaan dari distro turunan tsb. dengan Debian. Segitu saja komentar saya terima kasih. -- RameTux
Saya setuju dengan GNOME, desktop ini berada di tengah-tengah antara KDE yg cantik namun berat dan XFCE yg ringan tapi kurang ramah pengguna. Bahasa default bahasa indonesia akan sangat membantu banyak pengguna dengan kemampuan bahasa Inggris kurang. Untuk rilis sebaiknya setiap 12 bulan, meski banyak distro saat ini ngebut dengan rilis setiap 6 bulan, kita belum siap untuk mencapai tingkat tersebut. Kecuali Tim Lama BlankOn juga ALL OUT di Konde, mungkin bisa dicapai. Soal khas Indonesia agak sulit menemukannya, apa dan bagaimana sebenarnya khas Indonesia? ini membutuhkan diskusi lebih panjang untuk mendapatkan konsep terbaik dan kompatibel dengan citra khas indonesia. -- stSabri
Masuk ya.., menurut saya bentuk distribusinya lebih baik DVD saja karena jaman sekarang sudah banyak yang menggunakan DVD (InfoLinux aja pake DVD), tapi lebih baik disediakan yang CD juga. Soal Khas dari Indonesia sendiri, gimana kalo suara login/logout dll menggunakan suara khas Indonesia (Begitu juga dengan Wallpapernya). Untuk Arsitekturnya lebih baik i386 dan AMD64/IA64 saja, mengingat jumlah terbesar Arsitektur di Indonesia adalah i386 dan AMD64/IA64. Untuk Desktop saya sepakat dengan teman-teman yang lain. -- udienz (Mahyuddin Susanto)
Distribusi CD adalah wajib dan distribusi DVD masih optional. Karena masih banyak orang yang masih belum memakai DVD Drive. Distribusi CD lebih ditujukan kepada user biasa yang menggunakan komputer hanya untuk mengetik, menjelajah internet, mendengarkan musik, menonton film, mengedit gambar sederhana dan berbagai kegiatan ringan lainnya. Sedangkan untuk distribusi DVD lebih ditujukan kepada pengguna yang mengingikan lebih dari kegiatan biasa tersebut. Mungkin dengan disediakannya LAMP, blender untuk membuat gambar 3D, dan lain-lain.
Untuk distribusi DVD default instalasinya tetap sama dengan CD atau dengan tambahan-tambahan aplikasi lainnya? (Contoh, distribusi CD hanya terinstal Gimp sedangkan untuk distribusi DVD sudah terinstal Gimp dan InkScape).
-- AndiDarmawan 2013-06-20 07:21:14Test test ... saya baru kembali ke sini, so maap kalau ada yang nomail yah huehehe. Menurut saya untuk Desktop Env sudah condong ke Gnome daripada yang lainnya, karena memang Konde sepertinya "turunan" daripada Ubuntu (bukan Ku,Xu,Flux ataupun Nu), dan kalau saya intip dari aplikasi-aplikasi yang ada milik Gnome semua jeh. Soal berat atau tidaknya, sepertinya kasuistik karena di kompie anak-anak kantor saya bervariasi ada yang KDE berat ada yang Gnome berat. Terus masalah bahasa, apakah akan menggunakan bahasa resmi atau slang? Contoh kasus misalnya Pratilik, Sunting, Unduh agak asing daripada Preview, Edit, Donlod/Download. Mengenai konsep ciri khas Indonesiasaya setuju dengan usul dari pakdhe udienz, bisa dilihat dari wallpaper, sound, ama themes-nya.
-- AlvonsiusAlbert 2013-06-20 07:21:14Saya bisa bantu apa, Tuan? Dan bantuan seperti apa yang diperlukan? Jujur saja, saya sangat bingung untuk memulai dari mana. Umpamanya, di sini tertulis untuk mengunjungi blue print. Namun di sana, disuruh melihat wiki ini. Saya mengusulkan dua hal: Pertama, sebuah petunjuk singkat + roadmap, bagaimana cara membantu proyek ini. Kedua, sebuah penjelasan/uraian singkat perihal justifikasi pembuatan yet another distro, serta bagaimana sustainability-nya. Bagaimana, Broer? Terimakasih banyak. [AliMilis Sat Jun 2 19:48:00 WIT 2007].
tuk Om AliMilis silakan gabung di milis BlankOn di situ banyak membahas tentang konsep dan berita terhangat dari proyek BlankOn.(aku di kasih tau Om Andy Apdhani ttg info ini lho)
-- udienz 2013-06-20 07:21:14Benerin/nambahin konsep yang dah disepakati -- udienz 2013-06-20 07:21:14